Pages

Subscribe:

.

20 Januari 2013

Belajar Rumus Excel

Belajar Membuat Laporan Keuangan (1)


Oleh : Syarifuddin
Membuat laporan keuangan merupakan suatu pekerjaan yang tidak gampang, membutuhkan keahlian khusus dalam mengolahnya. Ada aturan-aturan akuntansi yang harus dipenuhi.
Angka-angka laporan keuangan tidak sekedar dipasang saja ke dalam neraca atau laba rugi, tapi harus melalui sebuah proses secara bertahap. Dimulai dari pencatatan ke dalam jurnal, kemudian mengelompokkan ke dalam buku besar, lalu memindahkannya ke dalam neraca saldo atau neraca lajur, lalu menyusunnya menjadi laporan keuangan neraca dan laba rugi. Jadi gak sekedar pasang angka, misal saldo kas, piutang, stok, hutang, modal dan sebagainya langsung dipasang ke neraca, seperti dilakukan sebagian orang awam. Tapi harus melalui sebuah proses yang dimulai dari pencatatan data atau transaksi hingga menghasilkan saldo akhir tersebut. Nah proses ini yang cukup rumit dan harus dilakukan melalui beberapa tahap.
Adapun proses-proses yang perlu Anda lakukan untuk mengolah laporan keuangan adalah sebagai berikut :
Hal pertama yang perlu Anda siapkan sebelum menyusun laporan keuangan adalah menyiapkan dan menyusun Daftar Akun (rekening) akuntansi. Akun (rekening) akuntansi digunakan untuk mengidentifikasikan dan mengelompokkan data berdasarkan kode. Akun (rekening) akuntansi berbentuk daftar kode dan nama, yakni berupa daftar kode dan nama akun (rekening) akuntansi.
Berikut contoh daftar akun sederhana :
1000 AKTIVA
1100 AKTIVA LANCAR
1110 Kas
1120 Bank
1130 Piutang Dagang
1140 Persediaan
1150 Sewa Dimuka
1200 AKTIVA TETAP
1210 Peralatan Kantor
1220 Akum. Peny. Peralatan Kantor
2000 KEWAJIBAN
2100 Hutang Dagang
3000 EKUITAS
3100 Modal
3200 Laba Ditahan
3300 Laba Berjalan
4000 PENDAPATAN
4100 Penjualan Barang
5000 HARGA POKOK PENJUALAN
5100 Harga Pokok Penjualan Barang
6000 BIAYA USAHA
6100 Biaya Gaji
6200 Biaya Adminsitrasi
6300 Biaya Transport
6400 Biaya Penyusutan
6500 Biaya Sewa
6600 Biaya Lain-lain
Dari daftar akun di atas, Anda bisa kembangkan sendiri sub-sub akun di dalamnya sebebas mungkin dengan catatan memiliki kelompok-kelompok standar seperti di atas, terdiri dari kelompok AKTIVA LANCAR, AKTIVA TETAP, KEWAJIBAN, EKUITAS, PENDAPATAN, HARGA POKOK PENJUALAN dan BIAYA USAHA.
Nah, setelah daftar akun (rekening) akuntansi tersedia, maka proses pencatatan akuntansi sudah siap untuk dimulai.
Pencatatan pertama dalam akuntansi yang harus Anda lakukan adalah membuat Jurnal. Dalam membuat jurnal Anda harus mampu menganalisis tiap-tiap data transaksi dan mengidentifikasi berdasarkan kode akun (rekening) di atas pada dua sisi secara balance, yakni sisi akun (rekening) debet dan sisi akun (rekening) kredit. Untuk melatih Kemampuan ini dibutuhkan kebiasaan mecatat jurnal data akuntansi. Sebab kalau tidak terbiasa, Anda akan berpikir lama untuk menganalisa menempatkan posisi jurnal yang sesuai baik di sisi debet maupun kredit. Oleh karena itu latihan-latihan menjurnal data akuntansi sangat penting dilakukan untuk melatih kebiasaan dan meningkatkan kemampuan menganalisa jurnal transaksi dengan baik.
Pencatatan selanjutnya adalah membuat Buku Besar, yakni merekap dan mengelompokkan data berdasarkan kode akun (rekening) yang sudah ditandai pada jurnal, lalu dipindahkan ke dalam kelompok-kelompok akun (rekening) berupa buku besar, baik pada sisi debet dan kredit, selisih data antara sisi debet dan kredit menghasilkan saldo akhir buku besar.
Sebagai contoh saya gambarkan 2 tahapan proses di atas, dari proses jurnal hingga ke Buku Besar.
TRANSAKSI :
1. Penjualan barang secara tempo (piutang) 1.000.000
2. Terima pelunasan piutang 1.500.000
3. Pembayaran gaji karyawan 500.000
JURNAL :
Debet : 1130 Piutang Dagang ………… 1.000.000
Kredit : 4100 Penjualan Barang ……………….. 1.000.000
Debet : 1110 Kas ………………….. 1.500.000
Kredit : 1130 Piutang Dagang …………………. 1.500.000
Debet : 6100 Biaya Gaji ……………… 500.000
Kredit : 1110 Kas …………………………… 500.000
BUKU BESAR :
1110 – Kas
Saldo awal
Terima piutang
2.500.000
1.500.000
Gaji500.000
Saldo akhir3.500.000

1130 – Piutang Dagang
Saldo awal
Penjualan barang
1.500.000
1.000.000
Terima piutang1.500.000
Saldo akhir1.000.000

4100 – Penjualan Barang


Penjualan barang1.000.000

Saldo akhir1.000.000

6100 – Biaya Gaji
Gaji karyawan500.000

Saldo akhir500.000
Catatan :
  • Posisi saldo akun Buku Besar ada yang debet dan kredit? Ketentuannya adalah kelompok akun AKTIVA bersaldo DEBET, KEWAJIBAN bersaldo KREDIT, EKUITAS bersaldo KREDIT, PENDAPATAN bersaldo KREDIT, HARGA POKOK PENJUALAN bersaldo DEBET, BIAYA bersaldo DEBET.
  • Buku Besar ada yang memiliki saldo awal dan akhir, dan ada yang saldo akhir saja? Ketentuannya begini, kelompok Akun NERACA (Aktiva, Kewajiban dan Ekuitas) memiliki saldo awal dan saldo akhir, saldonya berkesimbungan atau bersambung ke periode laporan berikutnya. Sedangkan kelompok akun LABA RUGI (Pendapatan, Harga Pokok Penjualan dan Biaya) hanya memiliki saldo akhir, karena saldo akhirnya ditutup dan diakumulasikan menjadi laba-rugi, kemudian laba-rugi diposisikan ke dalam NERACA.

0 komentar:

Poskan Komentar